Minggu, 25 Januari 2026

Jelaskan antara kedua materi || Tugas PJJ

 Pada materi pertama yaitu berisikan tentang materi pidato dan cara cara pemilihan kata pada teks pidato. sedangkan materi kedua berisikan materi materi tentang majas majas beserta dengan penjelasan kalimat nya, di teks kedua ini dijelaskan lebih terperinci dibandingkan dengan materi yang pertama karena materi kedua lebih banyak materinya dan juga lebih terperinci materinya

Kamis, 22 Januari 2026

Ringkasan materi || Tugas PJJ

A. Imbuhan
Pengertian Imbuhan
Imbuhan (afiks) adalah bunyi atau bentuk linguistik yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru yang dapat mengubah makna maupun kelas kata (nomina, verba, adjektiva, dsb.).
Contoh:
tulis → menulis
ajar → pelajar.
Jenis jenis imbuhan
1. Prefiks (Awalan)
Imbuhan yang diletakkan di awal kata dasar.
Prefiks Fungsi / Makna Contoh
me- membentuk kata kerja aktif membaca, menulis
ber- menyatakan melakukan, memiliki berjalan, bersepatu
di- membentuk kata kerja pasif ditulis, dibaca
ke- menyatakan keadaan kehujanan
se- menyatakan satu atau sama sebaik, setahun
pe- membentuk nomina pelaku pelari, pembaca
ter- menyatakan tidak sengaja / paling terbuka, tertinggi
per- membentuk verba atau nomina perbesar, peraturan
Sunfiks (akhiran)
Imbuhan yang diletakkan di akhir kata dasar.
Sufiks Fungsi Contoh
-kan membuat verba kausatif bacakan
-i memberi makna melakukan berulang / tempat datangi
-an membentuk nomina tulisan
-nya penegas / kepemilikan bukunya
-wan / -wati menyatakan profesi wartawan
-man pelaku laki-laki seniman
Infiks(sisipan)
Imbuhan yang disisipkan di tengah kata dasar (jarang digunakan).
Infiks Contoh Kata Dasar
-el- geletar getar
-em- gemetar getar
-er- gerigi gigi
-in- kinerja kerja
 Konfiks (Imbuhan Gabungan)
Imbuhan yang terdiri dari awalan dan akhiran sekaligus.
Konfiks Contoh Makna
ke-…-an kebaikan sifat
pe-…-an pelajaran proses
per-…-an pertemuan hasil
ber-…-an berlarian kegiatan banyak
me-…-kan menuliskan tindakan
Simulfiks
Imbuhan yang mengubah bentuk kata dasar secara fonologis.
Contoh:
kopi → ngopi
soto → nyoto
Umumnya digunakan dalam ragam lisan nonbaku.
Imbuhan Serapan
Imbuhan yang berasal dari bahasa asing (Sansekerta, Arab, Belanda, Inggris).
Imbuhan Asal Contoh
maha- Sansekerta mahakuasa
pra- Sansekerta prasejarah
-isme Yunani nasionalisme
-isasi Inggris modernisasi
-wi Arab duniawi
Fungsi Imbuhan
Membentuk kata baru
Mengubah makna kata
Mengubah kelas kata
Memperjelas fungsi gramatikal
Contoh:
ajar (verba) → pelajaran (nomina)
Kesimpulan
Imbuhan dalam bahasa Indonesia terdiri atas prefiks, sufiks, infiks, konfiks, simulfiks, dan imbuhan serapan. Imbuhan berperan penting dalam pembentukan kata, perubahan makna, dan struktur kalimat.

B. Kata keterangan 
Jenis-Jenis Kata Keterangan Utama:
Keterangan Waktu (Temporal): Menyatakan kapan peristiwa terjadi (misal: kemarin, pagi ini, sebentar lagi).
Keterangan Tempat (Lokatif): Menunjukkan lokasi terjadinya peristiwa (misal: di sini, di sekolah, ke sana).
Keterangan Cara: Menjelaskan bagaimana suatu tindakan dilakukan (misal: dengan hati-hati, berlari kencang).
Keterangan Derajat/Intensitas: Menunjukkan tingkat atau seberapa banyak (misal: sangat, agak, sekali).
Keterangan Frekuensi: Menyatakan seberapa sering (misal: selalu, sering, jarang, kadang-kadang).
Keterangan Alat: Menunjukkan alat yang digunakan (misal: dengan pulpen, memakai sapu).
Keterangan Kesertaan: Menunjukkan adanya pihak lain yang ikut serta (misal: bersama teman, tanpa siapa pun).
Keterangan Sebab (Kausal): Menyatakan alasan atau penyebab (misal: karena hujan, sebab itu).
Keterangan Akibat: Menyatakan hasil atau konsekuensi (misal: hingga larut, sehingga gelap).
Keterangan Tujuan (Final): Menunjukkan maksud atau tujuan (misal: untuk belajar, demi keselamatan).
Jenis Lainnya (Lebih Spesifik):
Keterangan Perlawanan (Kosesif): Menyatakan pertentangan (misal: meskipun lelah).
Keterangan Perbandingan: Membandingkan (misal: seperti, laksana).
Keterangan Modalitas: Menunjukkan sikap pembicara (misal: mungkin, barangkali).
Keterangan Aspek: Berkaitan dengan aspek waktu (misal: mulai, selesai).
Keterangan Sudut Pandang: Menunjukkan sudut pandang (misal: menurut, berdasarkan).

Rabu, 19 November 2025

Bab 8 bahasa Indonesia kelas 9

 BAB 8


MEMBANGUN BUDAYA LITERASI DENGAN MENCINTAI BUKU NONFIKSI 




Buku nonfiksi bersumber dari fakta dan data secara objektif.


Misalnya, buku pelajaran, ensiklopedia, esai, jurnal, buku dokumenter, biografi, atau laporan ilmiah (makalah, skripsi, tesis, dan disertasi). 




Unsur-Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi


Buku Fiksi


1. Sampul buku


2. Pokok bab buku


3. Judul bab (opsional)


4. Tokoh dan penokohan


5. Tema cerita


6. Bahasa yang digunakan


7. Penyajian alur cerita. 


Buku Nonfiksi


1. Sampul buku


2. Pokok bab buku


3. Judul bab dan subbab


4. Isi buku


5. Cara menyajikan isi buku


6. Bahasa yang digunakan


7. Sistematika penulisan




Rangkuman (ringkasan) merupakan hasil menyarikan semua gagasan pokok (intisari) sebuah tulisan atau buku menjadi bentuk yang ringkas dengan tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang sesuai dengan teks aslinya.




Langkah-Langkah


Merangkum Buku Nonfiksi


1. Baca dan pahami informasi umum buku


2. Baca dan pahami isi buku secara umum melalui daftar isi dan kata pengantar


3. Perhatikan sistematika penulisan buku


4. Catatlah gagasan utama dan beberapa data penting sebagai bahan rangkuman


5. Rangkailah dan kembangkan gagasan utama menjadi rangkuman isi buku




LANGKAH-LANGKAH MERANGKUM ISI BUKU DENGAN PETA PIKIRAN


•Tulislah judul buku di tengah-tengah kertas dan berilah ikon


• Buat cabang utama yang berkaitan dengan topik dalam buku dengan warna berbeda


•Kembangkan setiap cabang utama dalam beberapa subcabang


•Usahakan setiap cabang diberi label dengan kata kunci


•Gunakan garis-garis penghubung agar mudah memahami alur dan urutannya


•Buatlah garis pengingat jika ada kaitan antara subcabang yang berbeda




Hubungan Unsur-Unsur dalam Buku Nonfiksi


Judul Buku


Bab I


Subbab


Paragraf 1


Paragraf 2


Paragraf 3




Subbab


Paragraf 1


Paragraf 2


Paragraf 3




•••••••••


Paragraf 1


Paragraf 2


Paragraf 3




Bab II


Subbab


Paragraf 1


Paragraf 2


Paragraf 3




Subbab


Paragraf 1


Paragraf 2


Paragraf 3




•••••••••


Paragraf 1


Paragraf 2


Paragraf 3




Langkah-Langkah


Menyusun Tanggapan Terhadap Buku


1. Bacalah buku dengan saksama sampai tuntas


2. Tandai bagian-bagian buku yang dianggap menarik untuk ditanggapi


3. Susunlah tanggapan secara objektif dengan alasan logis dan masuk akal


4. Baca ulang tanggapan, perbaiki jika ada kesalahan

Bab 7 bahasa Indonesia kelas 9

 BAB 7


HIKMAH DI BALIK CERITA INSPIRATIF




Cerita inspiratif


merupakan cerita atau kisah masa lalu yang bisa menginspirasi seseorang untuk melakukan hasil yang sama, terutama yang menyangkut keberhasilan dan kesuksesan tokoh-tokoh terdahulu.




Struktur Teks Cerita Inspiratif


Abstrak:


Inti dari teks cerita inspiratif (opsional)


Orientasi:


Pengenalan tema, latar, dan tokoh


Komplikasi:


Berisi konflik sampai klimaks cerita


Evaluasi:


Munculnya pemecahan dan penyelesaian masalah


Resolusi:


Pemecahan masalah-masalah yang dialami tokoh


Koda:


Amanat dan pesan-pesan positif




Unsur-Unsur Kebahasaan Teks Cerita Inspiratif


1. Menggunakan kata/kalimat deskriptif


2. Menggunakan kata ekspresif


3. Menggunakan majas (metafora, perumpamaan, repetisi)




Cara Menulis Cerita Inspiratif


1. Tentukan tema dan amanat


2. Buat kerangka isi cerita


3. Buat paragraf awal yang menarik


4. Ending (akhir) harus istimewa


5. Libatkan emosi secukupnya


6. Gunakan bahasa yang ringan dan mengalir


7. Pemilihan judul sangat penting




Pekalah terhadap lingkungan!


Karena banyak hal yang dapat kita ungkap dari kisah-kisah yang berada di lingkungan sekitar untuk menjadi cerita inspiratif yang menarik dan mengesankan.

Bab 6 bahasa Indonesia kelas 9

BAB 6


MEMBANGUN SIKAP KRITIS MELALUI TEKS DISKUSI




Teks diskusi memiliki fungsi sosial sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat sehingga bisa diterima oleh pihak yang pro dan yang kontra.




Menyimpulkan isi teks diskusi dapat menambah wawasan dan menumbuhkan sikap menghargai pendapat orang lain.




Simpulan teks diskusi yang baik perlu mempertimbangkan gagasan utama dan gagasan pendukung kedua belah pihak sehingga dapat terangkum dan menjadi bagian dari jalan keluar terhadap masalah yang dibahas.




Struktur Teks Diskusi


Pendahuluan:


Berisi isu (topik) mengenai masalah yang dibahas


Satu sudut pandang:


Memaparkan gagasan utama disertai alasan dan bukti pendukung dari satu sudut pandang


Simpulan:


Pembahasan masalah dari sudut pandang berbeda dengan memaparkan kemungkinan penyelesaian masalah tersebut




Ciri Kebahasaan Teks Diskusi


1. Keterhubungan makna


2. Penggunaan kata bersifat persuasif


3. Keterhubungan kata dan kalimat


4. Kesantunan berbahasa




Langkah-Langkah Menyusun Teks Diskusi


1. Memilih dan menentukan topik yang akan ditulis. 


2. Menentukan tujuan teks diskusi


3. Mengumpulkan data untuk mendukung argumen dari dua sudut pandang berbeda


4. Menyusun kerangka tulisan


5. Pembahasan dengan mengembangkan kerangka karangan

Bab 5 bahasa Indonesia kelas 9

 BAB 5

PEKA TERHADAP BERBAGAI PERMASALAHAN MELALUI TEKS TANGGAPAN




Ciri Umum Teks Tanggapan


1. Bertujuan memengaruhi, mendebat, membujuk, menyanggah, bereaksi, dsb.


2. Mengutamakan aspek persuasif


3. Bagian resume disusun secara kronologis/berurutan


4. Penyampaian efektif (tidak bertele-tele)




Teks tanggapan dapat berfungsi mengakrabkan pelajar dengan sikap apresiatif dan kritis. Tanggapan dapat berupa persetujuan, pujian, ketidaksetujuan, dan kritik.






Langkah-Langkah Menyimpulkan Isi Teks Tanggapan


1. Membaca paragraf


2. Menentukan kalimat utama/pokok pembicaraan setiap paragraf


3. Membuat simpulan




Kriteria yang harus diperhatikan dalam membuat simpulan adalah:


1. Merupakan hasil analisis dari paragraf yang sudah dibaca


2. Harus menggambarkan isi dari paragraf


3. Hanya berisi hal-hal yang terdapat dalam paragraf




Struktur Teks Tanggapan


1. Kelebihan dan kekurangan


2. Penilaian keseluruhan


3. Resume




 Ciri Kebahasaan Teks Tanggapan


1. Penggunaan kata tugas


2. Kalimat deskriptif


3. Kalimat kompleks


4. Penggunaan istilah kalimat aktif




TATA CARA MENGKRITIK


1. Cara "kue lapis" (menunjukkan poin kurang baik di antara dua poin yang baik)


2. Gunakanlah bahasa yang santun


3. Kritiklah tulisan atau tindakannya, bukan orangnya


4. Berikan simpulan dan cara melakukan kritik/saran tahap demi tahap

Teks prosedur

 Tujuan:


Membuat dan merawat taman sekolah agar lingkungan terlihat indah, hijau, dan nyaman.




Alat dan Bahan:


•Cangkul


•Sekop


•Bibit tanaman hias


•Pupuk kompos


•Air dan selang


•Pot atau tanah kosong




Langkah-langkah:


1. Pilih lokasi yang strategis dan terkena sinar matahari untuk membuat taman.


2. Bersihkan area dari sampah, rumput liar, dan batu-batu kecil.


3. Gemburkan tanah menggunakan cangkul atau sekop.


4. Taburkan pupuk kompos agar tanah menjadi subur.


5. Tanam bibit bunga atau tanaman hias sesuai pola yang diinginkan.


6. Siram tanaman secara rutin setiap pagi atau sore hari.


7. Lakukan perawatan dengan menyiangi rumput liar dan memberikan pupuk tambahan secara berkala.


8. Jaga kebersihan taman agar selalu indah dan nyaman dipandang.




Hasil:

Taman sekolah yang hijau, indah, dan menjadi tempat yang menyenangkan bagi siswa untuk belajar serta beristirahat.

Jelaskan antara kedua materi || Tugas PJJ

 Pada materi pertama yaitu berisikan tentang materi pidato dan cara cara pemilihan kata pada teks pidato. sedangkan materi kedua berisikan m...